OCD Itu Apa Sih?

 

Mungkin kalian semua banyak yang belum tau apa itu OCD. Baiklah, biar semuanya nyambung dan gak bingung pas baca tulisan ini, akan saya jelaskan terlebih dahulu apa itu OCD.

 

(sumber gambar: tumblr)

 

OCD adalah singkatan dari Organisasi Cinta Dedek-dedek penyakit atau gangguan mental seseorang. OCD sendiri adalah singkatan dari Obsessive Compulsive Disorder, atau dalam bahasa Indonesia berarti kelainan obsesif-kompulsif.

 

Penyakit Obsesif-Kompulsif ditandai dengan adanya obsesi dan kompulsi. Obsesi adalah gagasan, khayalan, atau dorongan yang berulang, tidak diinginkan dan mengganggu, yang tampaknya konyol, aneh atau menakutkan. Kompulsi adalah desakan atau paksaan untuk melakukan sesuatu yang akan meringankan rasa tidak nyaman akibat obsesi. (sumber: vidheesgarden)

 

Buat yang belum tahu dan belum ngeh, gejala-gejala OCD itu pasti dianggapnya sebagai hal yang wajar, karena ya emang semuanya itu adalah kebiasaan kita sehari-hari. Nah, jadi ada baiknya kita kenalan dulu sama jenis-jenis dan gejala-gejala OCD. Biar pada tau dan bisa mencegah supaya gak makin parah.

 

Gejala-gejala dan Jenis OCD

1.    Checkers

Checkers di sini bukan kaki ayam. Tolong dibedakan. Sesuai namanya, orang yang mengalami OCD jenis ini akan melakukan pengecekan apa pun secara berulang-ulang sampai dia yakin seyakin-yakinnya. Bahkan kadang meski udah yakin, dia masih aja ngecek ulang.

 

Misalnya setiap abis kumpul sama temen, lo adalah orang yang paling terakhir pulang, soalnya lo selalu ngecek ada yang ketinggalan apa nggak. Atau misalnya lo selalu berulang-ulang ngecek apakah kompor gas udah mati, atau pintu dan jendela udah kekunci apa belum. Nah, itu semua adalah gejala-gejala OCD.

 

2.    Washer And Cleaner

Untuk orang yang mengalami jenis OCD satu ini, orang yang takut banget sama kuman. Sebelum makan aja dia bisa berkali-kali cuci tangan sampe dia yakin udah bener-bener bersih, begitu juga setelah makan. Bahkan untuk megang uang kembalian, atau pencet tombol lift aja dia takut, karena menurutnya itu sangat kotor dan bekas tangan siapa aja.

 

(sumber gambar: newuniversity)

 

Keliatannya sih sepele, dan terkesan manja. Kalo misalnya temen lo ada yang kayak gini juga, jangan dikucilin atau dihina, soalnya itu semua tindakan di luar kendali penuh dia. Justru lo harus ngertiin dan memahami kalau itu adalah gejala OCD. Lo bisa memulainya dengan ngasih tau baik-baik kalo dia ada kemungkinan OCD.

 

3.    Repeaters

Sesuai dengan arti dari repeater, yaitu pengulang. Orang yang mengalami OCD jenis ini memiliki pikiran yang membuat dirinya takut sendiri kalau dia nggak mengulang kebiasaannya tersebut. Ada contoh kasus di mana seseorang penderita OCD jenis ini merasa harus membuka-tutup pintu rumahnya berulang-ulang hanya karena dengan begitu dia menganggap rumahnya akan aman dari kemalingan, dan lain-lain. Ribet dah pokoknya.

 

Kalo mau tau lebih lanjut tentang jenis OCD yang ini, bisa klik di sini.

 

4.    Orders

OCD yang jenis ini kayaknya paling banyak ada di sekitar kita, yaitu orang-orang yang sukanya menyusun segala sesuatu. They put everything in orders, gak bisa ngeliat ada yang berantakan. Kayak misalnya baju di lemarinya disusun sesuai dengan warnanya, nyusun buku di rak sesuai dengan urutan alphabetical, membuat daftar kegiatan yang harus dilakukan setiap harinya, dan sebagainya.

 

(sumber gambar: rocaille-writes)

 

Orang yang menderita OCD jenis ini akan sangat merasa cemas kalo ada barang di sekitarnya yang gak kesusun rapi atau simetris sesuai dengan keinginannya. Bawaannya gatel aja gitu pengen ngerapihin. Ngeliat pintu kebuka dikit pengennya langsung dirapetin, ngeliat chargeran masih nyolok pengennya langsung cabut dan ngerapihin. Kasian yah.

 

(sumber gambar: thepittsburghlitterbox)

 

5.    Hoarders

Nah, kalo OCD yang satu ini adalah kolektor. Kolektor di sini tuh maksudnya suka ngumpulin barang-barang, tapi barang-barang yang gak jelas tujuannya buat apa, bahkan cenderung barang yang gak kepake dan gak berguna.

 

Kayak misalnya ngumpulin bungkus rokok, kardus bekas, koran bekas, bon belanjaan terus numpuk di tas/dompet, label merk, dan lain-lain. Bahkan ada juga hoarders yang obsesif sama binatang, kayak misalnya setiap ngeliat kucing kampung, langsung dia pelihara, jadinya numpuk dah tuh kucing di rumahnya.

 

 

Banyak cewek yang punya OCD ini kayaknya. Beli baju beli baju aja, dipake mah nggak. Numpuk di lemari. Dan masih ngeluh nggak ada baju.

 

Ini gak bisa dijelasin dengan pikiran biasa, orang yang mengalami OCD jenis ini akan sangat merasa sayang bila barang yang dikumpulin itu dibuang. Mereka beranggapan suatu saat mungkin barang-barang itu akan berguna, ujung-ujungnya jadinya ya numpuk dah tuh sampah.

 

6.    Thinking Ritualizes

Kalo yang ini hampir mirip-mirip sama repeaters, cuma bedanya ini lebih ke sugesti ke pikiran. Kayak misalnya suka ngomong ke diri sendiri berulang-ulang sekadar buat memotivasi dirinya, atau berdoa secara terus menerus diulang-ulang.

 

Banyak yang bilang kalo ini terjadi karena masalah kebiasaan. Mereka yang mengalami OCD jenis ini biasanya orang yang minderan, alias gak yakin sama dirinya sendiri.

 

(sumber gambar: tumblr)

 

Itu dia pengertian OCD serta gejala dan  jenis-jenis yang umum terjadi di kehiduapan sehari-hari kita. Jadi, lo termasuk ke OCD yang mana nih?

 

 

TAGS:#Serba-serbi




Todjon

Terlahir sebagai orang, orang-aring.


ARTICLE BY Todjon


Tips Milih Caleg


TAMBAHKAN KOMENTAR BARU

KOMENTAR

comments powered by Disqus